Mary Baker Eddy

Mary Baker Eddy (1821–1910) menganggap dirinya seorang perintis rohaniah yang karyanya meliputi disiplin imupengetahuan, teologi, dan ilmu pengobatan.

Mary Baker Eddy

Sebagai seorang pelajar Alkitab sepanjang hidupnya, ia memperoleh suatu wawasan yang penuh kuasa pada tahun 1866 ketika mengalami kesembuhan yang dramatis dari kecelakaan yang mengancam jiwanya setelah ia membaca penyembuhan-penyembuhan Yesus. Dari peristiwa yang sangat penting itu, ia mencari suatu pemahaman mengenai bagaimana ia disembuhkan. Ia kembali kepada Alkitab dan berdoa untuk mendapatkan jawaban. Menjadi jelas baginya bahwa penyembuhan rohaniah didasarkan pada hukum-hukum ilahi Allah, Roh, dan hukum-hukum ini dapat diterapkan oleh siapa saja untuk menyembuhkan segala bentuk penderitaan dan dosa manusia.

Menurut pemahaman ini, penyembuhan rohaniah bukanlah suatu keajaiban, tetapi merupakan akibat dari memahami kemahakuasaan serta kasih Allah, yang saat ini sama sejatinya dan bisa dibuktikan seperti pada zaman Alkitab. Selama empat dekade berikutnya, Mary Baker Eddy mengabdikan dirinya untuk mempraktekkan, mengajar, dan berbagi Ilmupengetahuan tentang Kekristenan ini.

Saat ia dikenal sebagai penyembuh Kristen, ia sering dipanggil untuk menyembuhkan kasus-kasus yang tidak bisa disembuhkan oleh para dokter. Suatu ketika ia pergi menemui seorang pasien yang oleh seorang dokter terkenal telah dinyatakan sedang menunggu ajalnya karena radang paru-paru. Ny. Eddy menulis, “Saat melihat pasien itu serta-merta saya pulihkan tanpa bantuan kebendaan, ia bertanya dengan sungguh-sungguh apakah saya memiliki karya yang menjelaskan sistem penyembuhan saya ... ia mendesak saya untuk segera menulis sebuah buku yang menjelaskan kepada dunia sistem penyembuhan metafisika saya” (The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany, hlm. 105).

Saat itu, dia sudah menulis catatan yang kemudian diperluas ke dalam karya utamanya, Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci, yang berisikan penjelasan lengkap mengenai Ilmupengetahuan Kristen serta landasannya yang berasal dari Alkitab akan penyembuhan rohaniah. Selama lebih dari satu abad, para pembaca telah menyatakan bahwa membaca dan mempelajari buku ini telah memberi mereka pemahaman rohaniah mengenai Alkitab serta hubungan mereka yang tidak dapat dirubah dengan Allah. Dan wawasan baru ini menghasilkan penyembuhan jasmaniah dan pembaharuan moral yang merubah hidup mereka.

Mary Baker Eddy selanjutnya mendirikan Gereja Kristus, Ahli Ilmupengetahuan, sebagai suatu denominasi Kristen dan gerakan penyembuh rohaniah yang tersebar di seluruh dunia. Ia menerbitkan 15 buku lagi dan memulai beberapa majalah mingguan dan bulanan—Bentara Ilmupengetahuan Kristen, The Christian Science Journal dan Christian Science Sentinel—yang menyajikan artikel mengenai praktek Ilmupengetahuan Kristen dan kesaksian-kesaksian penyembuhan yang telah diperiksa kebenarannya. Pada tahun 1908, di usia 87, ia mendirikan The Christian Science Monitor, surat kabar global yang menyajiikan liputan berita dari seluruh dunia, yang berimbang dan manusiawi, dan peka terhadap kemajuan serta harapan maupun terhadap kebutuhan manusia untuk menangani penderitaan dan konflik. Suratkabar ini didirikan untuk “tidak merugikan siapapun, tapi memberkati seluruh umat manusia” (The First Church of Christ, Scientist, and Miscellany, hlm. 353). Monitor menerbitkan edisi digital harian dalam bahasa Inggris melalui situs-webnya dan edisi cetak mingguan sebagai suatu majalah. Suratkabar ini menyebarkan liputan berita dan ulasan melalui artikel, grafik, audio, dan video.

Anda dapat membeli Alkitab, Ilmupengetahuan dan Kesehatan, dan karya Mary Baker Eddy lainnya di Ruang Baca Ilmupengetahuan Kristen setempat atau secara online. Temukan kehidupan Mary Baker Eddy dan sumbangannya kepada dunia di MaryBakerEddyLibrary.org (dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Spanyol).